Device: Sony Xperia M Dual (C2005)
App: camera pv5
Lokasi: Pondok pesantren daar el-qolam jayanti tangerang
Belajar Phonegraphy
Tuesday, August 19, 2014
Makro Phonegraphy
Saturday, February 1, 2014
Tuesday, January 28, 2014
Panning Fotography
Panning adalah memotret dengan menggerakkan kamera searah dengan arah gerakan obyek yang ingin dibidik sehingga obyek akan tampak fokus sementara background tampak kabur. Jangan takut hanya karena ada kata ‘teknik’ diatas, berikut beberapa langkah praktis melakukan panning:
- Jangan gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
- Set kamera pada mode Shutter Priority (S atau Tv)
- Shutter speed yang digunakan untuk panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8, jadi set kamera diantara angka tersebut
- Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning sehingga hasil blur dari background makin menarik)
- Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan pencet separuh tombol release untuk mengambil fokus.
- Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik
- Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol release untuk mengambil eksposur
- Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah!
Sebelum anda mencoba, nikmati juga galeri 20 Foto Panning Fantastis.
Sumber: http://belfot.com/tips-melakukan-panning/
Thursday, January 9, 2014
beda pandangan, beda penafsiran
Location:
Jalan Raya Serang, Serang
Tuesday, November 26, 2013
Sunday, November 24, 2013
Macrophotografi
Macrophotografi sendiri adalah aliran fotografi yg melihat segala sesuatu dalam dunia yg lebih kecil guna mengeksplorasi detil dan tekstur sebuah objek yg tidak nampak secara kasat mata.
Secara umum hal ini yg menjadi perhatian dalam membuat sebuah foto macro adalah
1. Lighting ( Pencahayaan)
Pilihan saya jatuh pada cahaya matahari, cahaya yang luar biasa hebat buat saya, menyebar secara merata dan favoritnya saya adalah sinar pagi hari karena lembut dan memiliki warna sedikit menguning yang menghasilkan tonal pada gambar yang sempurna.
Yang perlu diperhatikan dalam membuat foto macro dengan lighting sang surya adalah :
Arah Cahaya
Jangan sekali-kali melawan cahaya matahari karena kita akan kehilangan detail pada objek selain itu pasti menjadi tidak enak dipandang. Membelakangi matahari adalah posisi terbaik meski tidak salah jika mengatur posisi dari sisi samping
Pencahayaan dalam membut foto macro sangat beragam dan unik, karna para peminat macrophotografi berkreasi dengan caranya masing2. saya merangkum setidaknya ada 4 cara yg biasa digunakan oleh para peminat macrofotografi :
-Cahaya Matahari
Cahaya ini sungguh luar biasa buat saya, murah karna tersedia secara gratis dan sempurna karna penyebaran cahaya ke setiap sudut ruang ketajaman merata.
Saya akan membahas lebih dalam pada pembahasan selanjutnya, tentunya adalah cara yg biasa saya gunakan.
-Built in Flash dengan snoot + Diffuser.
Mungkin alat ini yg paling terjangkau dan sangat Variatif. Para peminat menggunakan berbagai macam alat yg ada disekitar kita mulai dari kardus bekas odol sampai botol bekas minuman susu anak2, yg didalamnya dilapisi alumunium foil dan di beri diffuser didepanya.
Selain murah cahaya yg terlepas dari flash langsung menuju sasaran tembak yg tepat sehingga mengasilkan ketajaman yg sangat baik. Namun bila kita tidak mengatur dengn tepat intenitas cahayanya maka cahaya yg jatuh terasa sangat kuat pada objek. Mungkin kelemahan dari penggunaan alat ini adalah light yg dihasilkan tarasa flat karna cahaya tidak menyebar secara merata.
2. Ketajaman
ketajaman menjadi hal mutlak dalam memuat foto makro, percuma saja mendapatkan pembesaran yg maksimal kalau tidak tajam. Ketajaman dipengaruhi banyak factor, yg paling menonjol dan sering kita alami adalah karna guncangan .
3. Fokus
Foto yg tajam diperoleh dari fokus yang tepat, oleh karna itu dalam macrofotografi focus harus didapat seakur mungkin. Dengan foks tg tepat akan menghasilkan gambar yg sempurna.
4. DOF
Foto makro akan menjadi lebih indah apabila penerapan DOF yg tepat kita bisa bayangkan jika foto seekor belalang kecil yg tajam dengan background yg penuh dedaunan (terkesan ramai), mungkin akan sangat mengganggu keindahan foto tersebut. Oleh karna itu terapkan DOF yg tepat untuk menghasilkan BG yg lembut.
5. Komposisi
Jika foto yg kita hasilkan tajam dengan didukung BG yg lembut akan lebih cantik bila kita mengkomposisinya dengan baik. cara mengkomposisi yg termudah adalah dengan menerapkan rule of third. Kita akan semakin trampil mengkomposisi sebuah foto makro dengan melatih terus menerus
Moment
Kehidupan hewan kecil yang sering terabaikan di sekitar kita akan menjadi hal yang mengagumkan apabila terekam pada saat mereka beraktifitas keseharian, seperti makan,minum,kimpoi bahkan buang kotoran,dan lain-lain.
Foto makro akan memiliki nilai tambah bila dapat menghadirkan sebuah cerita , moment yang tak terduga menjadi incaran pemikat para macromania, semakin langka sebuah moment semakin menarik dan bernilai sebuah foto makro.
Berangkatlah kelapangan untuk hunting pada pagi hari karena itulah saat hewan kecil mulai beraktifitas layaknya manusia, banyak moment yang akan kita dapat pada pagi hari dibanding kita melakukannya pada sore hari.
Sumber : kaskus.co.id
http://www.kangyasin.com/2012/09/tips-mengenai-foto-makro.html
![]() |
| Contoh Makro by @kangyasin |
Secara umum hal ini yg menjadi perhatian dalam membuat sebuah foto macro adalah
1. Lighting ( Pencahayaan)
Pilihan saya jatuh pada cahaya matahari, cahaya yang luar biasa hebat buat saya, menyebar secara merata dan favoritnya saya adalah sinar pagi hari karena lembut dan memiliki warna sedikit menguning yang menghasilkan tonal pada gambar yang sempurna.
Yang perlu diperhatikan dalam membuat foto macro dengan lighting sang surya adalah :
Arah Cahaya
Jangan sekali-kali melawan cahaya matahari karena kita akan kehilangan detail pada objek selain itu pasti menjadi tidak enak dipandang. Membelakangi matahari adalah posisi terbaik meski tidak salah jika mengatur posisi dari sisi samping
Pencahayaan dalam membut foto macro sangat beragam dan unik, karna para peminat macrophotografi berkreasi dengan caranya masing2. saya merangkum setidaknya ada 4 cara yg biasa digunakan oleh para peminat macrofotografi :
-Cahaya Matahari
Cahaya ini sungguh luar biasa buat saya, murah karna tersedia secara gratis dan sempurna karna penyebaran cahaya ke setiap sudut ruang ketajaman merata.
Saya akan membahas lebih dalam pada pembahasan selanjutnya, tentunya adalah cara yg biasa saya gunakan.
-Built in Flash dengan snoot + Diffuser.
Mungkin alat ini yg paling terjangkau dan sangat Variatif. Para peminat menggunakan berbagai macam alat yg ada disekitar kita mulai dari kardus bekas odol sampai botol bekas minuman susu anak2, yg didalamnya dilapisi alumunium foil dan di beri diffuser didepanya.
Selain murah cahaya yg terlepas dari flash langsung menuju sasaran tembak yg tepat sehingga mengasilkan ketajaman yg sangat baik. Namun bila kita tidak mengatur dengn tepat intenitas cahayanya maka cahaya yg jatuh terasa sangat kuat pada objek. Mungkin kelemahan dari penggunaan alat ini adalah light yg dihasilkan tarasa flat karna cahaya tidak menyebar secara merata.
2. Ketajaman
ketajaman menjadi hal mutlak dalam memuat foto makro, percuma saja mendapatkan pembesaran yg maksimal kalau tidak tajam. Ketajaman dipengaruhi banyak factor, yg paling menonjol dan sering kita alami adalah karna guncangan .
3. Fokus
Foto yg tajam diperoleh dari fokus yang tepat, oleh karna itu dalam macrofotografi focus harus didapat seakur mungkin. Dengan foks tg tepat akan menghasilkan gambar yg sempurna.
4. DOF
Foto makro akan menjadi lebih indah apabila penerapan DOF yg tepat kita bisa bayangkan jika foto seekor belalang kecil yg tajam dengan background yg penuh dedaunan (terkesan ramai), mungkin akan sangat mengganggu keindahan foto tersebut. Oleh karna itu terapkan DOF yg tepat untuk menghasilkan BG yg lembut.
5. Komposisi
Jika foto yg kita hasilkan tajam dengan didukung BG yg lembut akan lebih cantik bila kita mengkomposisinya dengan baik. cara mengkomposisi yg termudah adalah dengan menerapkan rule of third. Kita akan semakin trampil mengkomposisi sebuah foto makro dengan melatih terus menerus
Moment
Kehidupan hewan kecil yang sering terabaikan di sekitar kita akan menjadi hal yang mengagumkan apabila terekam pada saat mereka beraktifitas keseharian, seperti makan,minum,kimpoi bahkan buang kotoran,dan lain-lain.
Foto makro akan memiliki nilai tambah bila dapat menghadirkan sebuah cerita , moment yang tak terduga menjadi incaran pemikat para macromania, semakin langka sebuah moment semakin menarik dan bernilai sebuah foto makro.
Berangkatlah kelapangan untuk hunting pada pagi hari karena itulah saat hewan kecil mulai beraktifitas layaknya manusia, banyak moment yang akan kita dapat pada pagi hari dibanding kita melakukannya pada sore hari.
Sumber : kaskus.co.id
http://www.kangyasin.com/2012/09/tips-mengenai-foto-makro.html
Labels:
fotography,
graphy,
Istilah,
macro,
phone,
phonegraphy.,
Tutorial
Friday, November 22, 2013
Istilah istilah Fotography
Banyak sekali istilah-istilah fotografi yg sering kita dengar,saya akan mencoba sedikit menjelaskan beberapa diantaranya yang saya ambil dari berbagai sumber karena saya sendiripun masih tahap pembelajaran, serta sebagai dokumentasi ilmu memoto saja, semoga bermanfaat...
Angle of View
Sudut pandang dalam pengambilan objek foto.
Aperture
Bukaan diafragma; alat yg mengatur seberapa besar cahaya yang masuk kedalam kamera di lensa.
Available light
cahaya yg ada
AutoFocus
Focus otomatis; focus lensa yang bekerja otomatis dalam waktu yg relatif cepat.(tergantung dari lensa dan kondisi pencahayaan)
Back focus
Focus dibelakang objek
Back light
pencahayaan yang berasal dari belakang objek foto
Blitz/Speedlight/Flash
alat bantu dalam pemotretan yang memancarkan sinar secara cepat untuk memberi pencahayaan ke objek.
Bracketing
Menaikkan ato menurunkan ukuran pencahayaan pada pemotretan untuk memperoleh pencahayaan yg tepat.
BOKEH
bidang blur/out of focus..hasil dari Depth of Field...
Bounce
Efek pencahayaan terhadap objek foto dari speedlight yang dipantulkan ke atas/samping/bawah.
CA ato Chromatic Abberation.
Istilah CA ini kalo di fotografi dihubungkan dengan warna biru ke ungu-unguan di sekitar suatu objek. CA disebabkan oleh lensa yang punya refractive index yang berbeda di setiap light wavelengths. Semakin complex design lensa, semakin mungkin CA ini buat terjadi. Bisa diliat dari lensa zoom dan superzoom atau lensa wide bakal punya CA yang lebih parah daripada lensa prime.
Makanya lensa yang mahal akan pake UD (Ultra low Dispersion) glass buat mengurangi CA ini. Sedangkan sigma pake elemen lensa yang bernama APO, Achromatic
Colourmeter
alat untuk mengukur atau menghitung temperature warna.
Croping
memotong bagian atau sisi tertentu dari bidang foto.
Depth of Field
lebar bidang fokus; ruang tajam; boleh dikata sebuah ruang di depan kamera, dmana objek yang berada ddlmnya mempunyai ketajaman tertentu.
Exposure
Hasil pengaturan bukaan diafragma dan shutter speed yang menentukan pencahayaan objek.
Fill in
melunakkan bayangan pada objek foto.
Filter
terbuat dari sistem optik yang dipasang pada bagian depan lensa.
Fish eye lens
lensa sudut lebar dengan ukuran 16mm ke bawah.
Fluorite
bahan yang bisa digunakan untuk menjadi lensa..karena memiliki karakteristik dispersi cahaya yang sangat rendah (efek pelangi)..
Focus
kalo dbuku Fisika jaman gw smp/sma namanya titik api , titik tempat pertemuan cahaya melalui lensa; ketajaman lensa melalui view finder.
Front focus
focus di depan objek
Front light
pencahayaan dari depan.
Grainy
kalo di film : butiran lapisan emulsi film. Butiran dalam film akan tampak sebagai titik2 dalam hasil cetak foto.
kalo di digital : butiran yg muncul karena menaikkan sensitifitas cahaya pada sensor.
High key
Cara memotret yang mana kebanyakan putih ato bercahaya pada image.
ISO
International Standarts Organization, dulunya di kenal dengan nama ASA(American Standarts Association) ato DIN(Deutsche Industrie Norm) merupakan standard umum yang digunakan untuk ukuran kepekaan terhadap cahaya.
Lightmeter
alat yang berfungsi untuk mengukur pencahayaan yang diperlukan untuk pemotretan.
Low-Key
teknik pemotretan yang kebalikan dari High Key sehingga didominasi oleh warna hitam.
Noise
bintik2 warna yang gak beraturan biasanya gara2 kalo sensor sebuah kamera digital lagi diset di high ISO.. ini dikarenakan kalo lg high iso, sensor itu nyerep lebih banyak listrik, trus jadinya panas, akhirnya hasil analog yg diubah ke digital gak sempurna de dan biasanya sensor CCD butuh listrik lebih banyak daripada sensor CMOS jadinya CCD lebih banyak noise, tapi di low sensitivity, CCD menang kualitas, karena pemrosesan analog menjadi data digital bisa dilakukan lebih banyak di CCD..
Shutter Speed
pengaturan kecepatan tutup "jendela" kamera dalam menangkap pencahayaan yang masuk.
Over Exposure
Pemotretan dengan cahaya yang berlebihan sehingga menimbulkan efek terlalu terang.
Red Eye
Efek titik merah pada mata objek karena pantulan lampu kilat.
Reflektor
alat bantu pada pemotretan yang berfungsi memantulkan cahaya.
Self timer
Alat hitung mundur yang tersedia di kamera.
Shadow
bidang gelap (bayangan mah arti di kamusnya..)
Side Light
pencahayaan yang berasal dari samping objek foto
Under Exposure
Image kurang cahaya.
Sumber : Kaskus.co.id dan http://www.kangyasin.com/2012/09/istilah-istilah-dalam-fotografi.html
Angle of View
Sudut pandang dalam pengambilan objek foto.
Aperture
Bukaan diafragma; alat yg mengatur seberapa besar cahaya yang masuk kedalam kamera di lensa.
Available light
cahaya yg ada
AutoFocus
Focus otomatis; focus lensa yang bekerja otomatis dalam waktu yg relatif cepat.(tergantung dari lensa dan kondisi pencahayaan)
Back focus
Focus dibelakang objek
Back light
pencahayaan yang berasal dari belakang objek foto
Blitz/Speedlight/Flash
alat bantu dalam pemotretan yang memancarkan sinar secara cepat untuk memberi pencahayaan ke objek.
Bracketing
Menaikkan ato menurunkan ukuran pencahayaan pada pemotretan untuk memperoleh pencahayaan yg tepat.
BOKEH
bidang blur/out of focus..hasil dari Depth of Field...
Bounce
Efek pencahayaan terhadap objek foto dari speedlight yang dipantulkan ke atas/samping/bawah.
CA ato Chromatic Abberation.
Istilah CA ini kalo di fotografi dihubungkan dengan warna biru ke ungu-unguan di sekitar suatu objek. CA disebabkan oleh lensa yang punya refractive index yang berbeda di setiap light wavelengths. Semakin complex design lensa, semakin mungkin CA ini buat terjadi. Bisa diliat dari lensa zoom dan superzoom atau lensa wide bakal punya CA yang lebih parah daripada lensa prime.
Makanya lensa yang mahal akan pake UD (Ultra low Dispersion) glass buat mengurangi CA ini. Sedangkan sigma pake elemen lensa yang bernama APO, Achromatic
Colourmeter
alat untuk mengukur atau menghitung temperature warna.
Croping
memotong bagian atau sisi tertentu dari bidang foto.
Depth of Field
lebar bidang fokus; ruang tajam; boleh dikata sebuah ruang di depan kamera, dmana objek yang berada ddlmnya mempunyai ketajaman tertentu.
Exposure
Hasil pengaturan bukaan diafragma dan shutter speed yang menentukan pencahayaan objek.
Fill in
melunakkan bayangan pada objek foto.
Filter
terbuat dari sistem optik yang dipasang pada bagian depan lensa.
Fish eye lens
lensa sudut lebar dengan ukuran 16mm ke bawah.
Fluorite
bahan yang bisa digunakan untuk menjadi lensa..karena memiliki karakteristik dispersi cahaya yang sangat rendah (efek pelangi)..
Focus
kalo dbuku Fisika jaman gw smp/sma namanya titik api , titik tempat pertemuan cahaya melalui lensa; ketajaman lensa melalui view finder.
Front focus
focus di depan objek
Front light
pencahayaan dari depan.
Grainy
kalo di film : butiran lapisan emulsi film. Butiran dalam film akan tampak sebagai titik2 dalam hasil cetak foto.
kalo di digital : butiran yg muncul karena menaikkan sensitifitas cahaya pada sensor.
High key
Cara memotret yang mana kebanyakan putih ato bercahaya pada image.
ISO
International Standarts Organization, dulunya di kenal dengan nama ASA(American Standarts Association) ato DIN(Deutsche Industrie Norm) merupakan standard umum yang digunakan untuk ukuran kepekaan terhadap cahaya.
Lightmeter
alat yang berfungsi untuk mengukur pencahayaan yang diperlukan untuk pemotretan.
Low-Key
teknik pemotretan yang kebalikan dari High Key sehingga didominasi oleh warna hitam.
Noise
bintik2 warna yang gak beraturan biasanya gara2 kalo sensor sebuah kamera digital lagi diset di high ISO.. ini dikarenakan kalo lg high iso, sensor itu nyerep lebih banyak listrik, trus jadinya panas, akhirnya hasil analog yg diubah ke digital gak sempurna de dan biasanya sensor CCD butuh listrik lebih banyak daripada sensor CMOS jadinya CCD lebih banyak noise, tapi di low sensitivity, CCD menang kualitas, karena pemrosesan analog menjadi data digital bisa dilakukan lebih banyak di CCD..
Shutter Speed
pengaturan kecepatan tutup "jendela" kamera dalam menangkap pencahayaan yang masuk.
Over Exposure
Pemotretan dengan cahaya yang berlebihan sehingga menimbulkan efek terlalu terang.
Red Eye
Efek titik merah pada mata objek karena pantulan lampu kilat.
Reflektor
alat bantu pada pemotretan yang berfungsi memantulkan cahaya.
Self timer
Alat hitung mundur yang tersedia di kamera.
Shadow
bidang gelap (bayangan mah arti di kamusnya..)
Side Light
pencahayaan yang berasal dari samping objek foto
Under Exposure
Image kurang cahaya.
Sumber : Kaskus.co.id dan http://www.kangyasin.com/2012/09/istilah-istilah-dalam-fotografi.html
Subscribe to:
Comments (Atom)
